Walaupun tidak dihadiri Ibunda kandung tercinta karena telah terlebih dahulu menghadap yang Maha Kuasa namun semua tidak mengurangi rasa hikmad dan bahagia dari pertemuan dua buah keluarga yang berlatar belakang adat sunda dan jawa yang bersatu dalam keharmonisanya dan beberapa saudara yang berada diSumatra dan Kalimantan menyempatkan hadir untuk merestui pernikahan adik bungsu tercinta.
Sesuai adat Jawa yang dipegang oleh pihak wanita mengharuskan untuk beberapa saat tinggal dikeluarga istri yang bertempat di Jl. Bagusrangin 20, dan tinggal bersama Bapak Mertua Bp. Sukirman Wiryosudiro merupakan kenangan yang sangat membahagiakan.
Karena sebagai seorang veteran pejuang yang yang terus bergerak dalam pertempuran dan mati-matian berusaha melindungi keluarganya dalam pengungsian, juga membawa dan menyelamatkan penumpang dari peluru dan siksaan penjajah pada zamanya yang kebetulan bekerja di Dinas Jawatan Kereta Api (PJKA), banyak petuah dan nasihat yang didapat dan memberikan teladan bagi putra-putrinya sebelum akhirnya membeli rumah di Complex Perumahan Bojong Raya Jl. Bata Merah no 5 Bandung barat.
Walaupun sebelumnya sempat membangun rumah di Jl. Bagusrangin 20 bagian depan dari kediaman Bapak Mertua Bapak Sukirman Wiryosudiro karena untuk mengurus kepemilikan statusTanah liar menjadi Tanah kotamadya lalu selanjutnya menjadi sewa hak guna bangun sehingga masyarakat sekitar dan khususnya rumah kediaman di Jl. Bagusrangin 20 tersebut menjadi terdaftar dan jelas statusnya dan tercatatan dikotamadya Bandung, selain untuk menjaga kedua orang mertuanya dan ayah kandung Bapak Suleiman yang ikut tinggal bersama ke-empat putra-putrinya.
Maka untuk sementara rumah tinggal yang berada diPerumahan Bojong Raya Jl. Batamerah No. 5 Bandung tersebut dikosongkan dahulu sambil bertahap merenovasinya juga sebidang Tanah yang berada di Awiligar untuk sementara ditanami tanaman yang berguna bagi masyarakat sekitar dan hasilnya untuk masyarakat yang berada di lahan tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar