Berpindah-pindah dalam pengungsian merupakan masa yang tidak pernah bisa dilupakan. Memory itu tertanam hingga menjadi cerita yang sangat berkesan dan menjadi pelajaran hidup untuk anak cucunya kelak. Sejak umur empat tahun setelah Ibunda tercinta dipanggil yang Maha Kuasa karena sakit, maka mereka tiga bersaudara diboyong kekeluarga besar Ayahanda Suleiman yang berada di Wanaraja kota Garut Jawa barat. Hamparan sawah yang luas, tanah lapang dan kebun yang menghijau, merupakan pemandangan keseharian yang tak pernah lepas dari pandanganya. Berkeliling kampung dengan sepeda kumbang, memandikan kerbau sambil memainkan seruling, bermain di sungai atau memancing ikan bahkan belut sekalipun (“ngurek”) merupakan kegiatan rutin yang tak terlewatkan pada masanya. Kecintaanya pada alam memberikan suatu arti akan kebesaran Illahi yang menciptakan bumi ini dengan segala isinya pada keseimbangan alam bebas dengan rasa takjub dan rasa syukur dan itu pulalah yang beliau ajarkan kepada kami putra-putrinya. Bersahabat dengan alam adalah salah satu cara mengasah kepekaan rasa dalam bertahan hidup dengan penuh tanggung jawab dan syukur akan kebesaran-Nya. Rabu, 08 Desember 2010
PAP, Keseharian masa kecil almarhum
Berpindah-pindah dalam pengungsian merupakan masa yang tidak pernah bisa dilupakan. Memory itu tertanam hingga menjadi cerita yang sangat berkesan dan menjadi pelajaran hidup untuk anak cucunya kelak. Sejak umur empat tahun setelah Ibunda tercinta dipanggil yang Maha Kuasa karena sakit, maka mereka tiga bersaudara diboyong kekeluarga besar Ayahanda Suleiman yang berada di Wanaraja kota Garut Jawa barat. Hamparan sawah yang luas, tanah lapang dan kebun yang menghijau, merupakan pemandangan keseharian yang tak pernah lepas dari pandanganya. Berkeliling kampung dengan sepeda kumbang, memandikan kerbau sambil memainkan seruling, bermain di sungai atau memancing ikan bahkan belut sekalipun (“ngurek”) merupakan kegiatan rutin yang tak terlewatkan pada masanya. Kecintaanya pada alam memberikan suatu arti akan kebesaran Illahi yang menciptakan bumi ini dengan segala isinya pada keseimbangan alam bebas dengan rasa takjub dan rasa syukur dan itu pulalah yang beliau ajarkan kepada kami putra-putrinya. Bersahabat dengan alam adalah salah satu cara mengasah kepekaan rasa dalam bertahan hidup dengan penuh tanggung jawab dan syukur akan kebesaran-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar